18.6. Negative Reinforcement dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Anak dengan HIV/AIDS di Indonesia


Download0
Stock
File Size703.08 KB
Create Date10 October 2016
Download

Alifa (Universitas Indonesia)
Annisah (Universitas Indonesia)
S.F. Mashoedi (Universitas Indonesia)
D. Djoekardi (Universitas Indonesia)
A.D. Deswanti (Universitas Indonesia)
I. Ahmad (Universitas Indonesia)
J.D. Imelda (Universitas Indonesia)

Abstract

Introduction: Menurut data Kementerian Kesehatan RI, jumlah infeksi HIV baru pada tahun 2013 sebesar 2,1 juta yang mana 240.000 kasus di antaranya anak berusia kurang dari 15 tahun. Data Kementerian Kesehatan mencatat, jumlah HIV/AIDS pada anak usia 0-4 tahun terus meningkat dari 2010 hingga 2013. Selain itu, jumlah kasus infeksi ini juga meningkat pada anak usia 5-14 tahun. Anak dengan HIV/AIDS akan mengalami penurunan kualitas hidup, utamanya karena kondisi kesehatannya yang cenderung lemah. Namun terdapat faktor-faktor yang dapat menyebabkan kualitas hidup tidak menurun drastis pada ADHA, salah satunya yaitu kepatuhan anak dalam minum obat.

Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dan Focus Group Discussion. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.

Hasil: Negative Reinforcement adalah strategi yang digunakan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat anak dengan HIV/AIDS. Dalam berbagai kasus di penelitian ini, Negative Reinforcement yang diterapkan adalah ancaman (Power Assertion), pelarangan aktivitas (Induktif), dan pengurangan kasih sayang (Withdrawal of Love). Negative Reinforcement diterapkan secara berbeda bagi anak yang sudah disclose status atau belum disclose status karena pengetahuan anak tentang HIV/AIDS berbeda.

Kesimpulan: Negative Reinforcement dapat meningkatkan kepatuhan minum obat bagi anak dengan HIV/AIDS.

Keywords: Anak; HIV/AIDS; Kepatuhan Minum Obat; Negative Reinforcement