Inequality: Kasus Toraja Sa’dan di Masa Kini

Mira Indiwara Pakan (Universitas Indonesia)

Abstract

Inequality dalam masyarakat Toraja adalah sesuatu yang lumrah dan biasa. Oleh karena, orang Toraja mengenal konsep inequality dalam kehidupan sehari-hari semenjak usia dini. Patut diketahui, orang Toraja dalam kehidupan kesehariannya, khususnya mereka yang masih tinggal di kampung halaman di TanaToraja, masih sangat peduli dengan struktur hierarki yang masih bekerja dalam kehidupan sehari-hari dan yang menjadi bagian dari budaya setempat yang terus diproduksi dan direproduksi hingga saat kini. Penulis melihat persoalan inequality dengan melihat kasus orang Toraja dalam kehidupannya dapat menjadi jendela untuk memahami persoalaninequality secaraumum di Indonesia. Pada masa sekarang ini, inequality merupakan konsep yang penting dan banyak dipakai dalam pelaksanaan kebijakan program pembangunan, salah satunya program pengentasan kemiskinan. Konsep ini, sebenarnya muncul dan bersumber dari kebudayaan di luar Indonesia, yaitu kebudayaan Barat, khususnya kebudayaan Eropa, yang memiliki budaya dan struktur masyarakat yang berbeda dengan budaya-budaya yang ada di Timur, khususnya di Indonesia. Jadi, secara genealogis inequality muncul dari kondisi budaya dan struktur masyarakat tersebut. Di lain pihak, Indonesia dengan etnis dan religi yang sangat beragam memiliki budaya dan struktur yang berbeda sama sekali. Belum lagi konteks-konteks lainnya yang patut dipertimbangkan seperti konteks kesejarahan masyarakat dan budaya yang akan dilihat. Semua ini dapat menjadi rangkaian kendala persoalan inequality yang tidak dapat dituntaskan dengan mudah dalam proses tumbuhnya demokrasi di Indonesia hingga saat ini.

Keywords: Inequality, social hierarchy, access, scheme, reproduksi kebudayaan