18.5. Pemberdayaan Keluarga sebagai Upaya Mempertahankan Survival Anak dengan HIV/AIDS


Download5
Stock
File Size436.90 KB
Create Date10 October 2016
Download

Annisah (Universitas Indonesia)
S.F. Mashoedi (Universitas Indonesia)
D. Djoekardi (Universitas Indonesia)
A.D. Deswanti (Universitas Indonesia)
I. Ahmad (Universitas Indonesia)
S. Alifa (Universitas Indonesia)
J.D. Imelda (Universitas Indonesia)

Abstract

Pendahuluan: Pengasuhan merupakan hak dasar bagi setiap anak, termasuk anak dengan HIV/AIDS (ADHA). Melalui pengasuhan yang baik, tumbuh kembang anak akan optimal dan menjadi salah satu kunci keberhasilan anak di masa depan. Untuk menjalankannya, pengasuh membutuhkan 3 modal dasar: human, financial, dan social capital. Faktanya, mayoritas ADHA besar di keluarga dengan orangtua yang sudah meninggal. Oleh karena itu, menarik untuk mengkaji lebih lanjut proses pengasuhan yang terjadi pada keluarga yang memiliki ADHA.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode life history pada 19 keluarga ADHA di Jakarta. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan FGD pada ADHA yang mengkonsumsi ART di atas 5 tahun dan diperkuat dengan informan lain seperti pengasuh, pendamping LSM, dan dokter kemudian dianalisis dengan tools N-Vivo.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa human, financial, dan social capital yang dimiliki mayoritas pengasuh ADHA sangat minim. Mayoritas berasal dari keluarga menengah ke bawah, pengetahuan dan keterampilan tentang pengasuhan dan HIV/AIDS terbatas, dan kurang mendapat dukungan positif dari keluarga besar maupun masyarakat sekitar. Sementara itu, pengasuh yang memiliki human dan social capital yang baik, kualitas pengasuhan yang diberikan cenderung positif dan berdampak pada survival anak terhadap penyakitnya jauh lebih baik dibandingkan anak lainnya.

Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa untuk mempertahankan survival ADHA, yang harus dilakukan adalah empowerment terhadap keluarga.