Ketahanan Pangan dan Perlindungan Sosial Keluarga Petani

Amiruddin Ketaren (Universitas Malikussaleh)

Abstract

Aceh Utara adalah salah satu lumbung padi di Propinsi Aceh. Sepintas lalu terlihat bahwa kehidupan petani di daerah ini kelihatan makmur. Namun kenyataannya, miskin seperti kebanyakan petani lain di Indonesia. Walau memiliki lahan pertanian yang cukup luas bila dihitung perkepala keluarga, tetap saja petani tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Kemiskinan yang terjadi pada petani Aceh Utara disebabkan oleh kurangnya modal dalam melaksanakan produksi pertanian. Proses produksiĀ  pertanian, mulai dari persiapan menanam padi sampai panen dilakukan, ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kekurangan modal ini dimanfaatkan oleh para tengkulak dengan cara memberi pinjaman kepada petani dengan imbalan hasil panen mereka.Harga padi di tingkat petani juga dibeli dengan harga yang murah disebabkan tidak adanya standar harga untuk pembelian padi tersebut. Selain itu, Bulog seharusnya membeli padi hasil panen petani dengan harga yang layak, namun itu tidak terjadi. Kemiskinan petani di Aceh Utara menempatkan mereka menjadi penerima perlindungan sosial (social protection). Sebuah program yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat untuk memberdayakan kelompok miskin masyarakat. Bagi petani miskin di Aceh Utara, program ini dijadikan semacam penutup lubang kemiskinan yang mereka alami. Program ini belum mampu untuk memberdayakan mereka, alih-alih justru menimbulkan konflik horizontal di antara sesama petani.